19 Februari 2017

18 Februari 2017

Indikator Supplay and Demand (SnD)


Buat para trader yang sedang belajar materi trading forex supplay and demand atau yang sedang mencari sistem trading atau indikator untuk trading forex bisa mencoba indikator supplay and demand ini.
Indikator Supplay and Demand membantu menandai atau marking zona-zona Supplay and Demand.
Berdasarkan pengalaman selama mngunakan Indikator Supplay and Demand ini, cukup akurat dalam menentukan area Supplay and Demand.

Yang tertarik silahkan download melalui link dibawah
Indikator Supplay and Demand
Baca selengkapnya

11 Februari 2017

AUD JPY untuk minggu ke 2 bulan Februari 2017


AUD JPY berada pada area resisten dan membetuk pola triple top
sudah terlihat ada rejection, semoga pertanda baik

Rekomendasi:
Sell AUD JPY untuk senin 13 februari 2017 dengan stop loss jika break resisten
disclaimer on
Baca selengkapnya

Indikator Momentum Part 1

  1. Pengenalan

    Momentum indikator adalah indikator yang mengukur kecepatan dari sebuah harga. Adapun indikator yang masuk dalam kategori momentum, antara lain Relative Strength Indicator (RSI), Commodity Channel Index (CCI), Stochastic, William %R, dan masih banyak lagi. Walaupun indikator-indikator tersebut menggunakan pendekatan dan formula yang berbeda untuk menghasilkan analisanya, namun pada prinsipnya semua memiliki kesamaan, yaitu untuk mengukur kecepatan dari sebuah harga.
    Dalam hal ini, harga dapat kita umpamakan seperti sebuah mobil. Ketika harga sedang melaju dalam sebuah trend, maka bisa diumpamakan seperti sebuah mobil yang sedang melaju di jalanan. Ketika mobil akan berbalik arah, maka mobil akan memperlambat lajunya untuk kemudian pelan-pelan memutar arah. Demikian juga dengan harga, ketika harga akan mengalami reversal, maka harga itu akan melambat terlebih dahulu, untuk kemudian berubah arah dari downtrend menjadi uptrend ataupun sebaliknya. Hal inilah yang dilakukan oleh indikator momentum, yaitu menunjukkan seberapa cepat atau seberapa lambat harga itu melaju. Sehingga diharapkan dengan mengacu kepada momentum indikator, trader dapat memperkirakan, kapan harga akan berbalik arah.
    Momentum indikator lebih dikenal luas dengan istilah oscillator. Penulis akan menggunakan istilah ini untuk membiasakan pembaca dengan istilah yang lebih dikenal secara luas. Perlu diingat bahwa prinsip dasar dari oscillator adalah bahwa sinyal buy dan sell yang dihasilkan oleh oscillator masih tetap memerlukan konfirmasi dari harga itu sendiri. Boleh-boleh saja trader menggunakan oscillator sebagai sinyal awal untuk analisa buy dan sell, tapi tetap trigger yang paling utama untuk buy dan sell adalah aksi dari harga tersebut (price action). Oscillator hanya memberikan sinyal, tentang adanya potensi pembalikan arah (reversal) dari harga. Tidak serta merta ketika oscillator memberikan sinyal pembalikan arah, maka harga akan berbalik arah juga, bisa saja harga berbalik arah beberapa candle setelahnya atau malah harga tidak jadi berbalik arah.
    Pada dasarnya, ada beberapa cara membaca atau menginterpretasikan sinyal dari oscillator, beberapa diantaranya yang paling sering digunakan adalah
    1. Overbought (OB) dan Oversold (OS)
    2. Equlibrium dan Zero Line cross
    3. Analisa Divergence
    Karena secara prinsip semua oscillator memiliki kesamaan, maka penulis mencoba membahas terlebih dahulu ketiga cara interpretasi di atas, sebelum masuk ke detail masing-masing oscillator yang akan dibahas. Pada tulisan kali ini, penulis akan fokus untuk membahas interpretasi oscillator dari indikator yang lebih sering dipakai oleh trader, yaitu Stochastic, RSI, dan CCI.
  2. Interpretasi Oscillator

    a. Overbought (OB) dan Oversold (OS)
    Semua oscillator memiliki kesamaan karakteristik, yaitu selalu bergerak dari satu ekstrim ke ekstrim yang lainnya, area ekstrim ini disebut dengan overbought dan oversold area. Overbought berada di atas equilibrium line dan oversold berada di bawah equilibrium line, seperti terlihat pada gambar 2.1  di bawah ini.
    Oversold (OS) adalah kondisi jenuh jual, yang bisa menandakan 2 kemungkinan, yaitu downtrend yang kuat atau adanya potensi untuk reversal ke arah bullish. Ketika oscillator memasuki area OS, tidak berarti serta merta harga akan reversal ke bullish, bisa saja untuk suatu periode, harga akan terus turun sementara oscillator tetap berada di area OS. Hal ini menandakan downtrend yang kuat (strong downtrend). Sebaliknya, tidak jarang juga ketika oscillator memasuki area OS, harga langsung mengalami bullish reversal, memantul kembali ke arah atas.
  • Overbought (OB) adalah kondisi jenuh beli, yang bisa menandakan 2 kemungkinan, yaitu uptrend yang kuat atau adanya potensi untuk reversal ke arah bearish. Ketika oscillator memasuki area OB, tidak berarti serta merta harga akan reversal ke bearish, bisa saja untuk suatu periode, harga akan terus naik sementara oscillator tetap berada di area OB. Hal ini menandakan uptrend yang kuat (strong uptrend). Sebaliknya, tidak jarang juga ketika oscillator memasuki area OB, harga langsung mengalami bearish reversal, memantul kembali ke arah bawah.
Baca selengkapnya

5 Februari 2017

Prediksi EUR USD 6 Februari 2017


EUR USD masih berada di zona sideway
diperkirankan akan mengalami gerakan yang signifikan jika berhasil break chanel atas atau bawah

Prediksi
Sell EUR USD dengan target support terdekat

Baca selengkapnya