Tampilkan postingan dengan label materi forex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label materi forex. Tampilkan semua postingan

23 September 2017

Cara Memprediksi Data CPI atau Inflasi

Di negara maju tingkat inflasi bisa dianggap sebagai daya beli konsumen. Selain Naiknya harga harga disebabkan oleh banyak sedikitnya permintaan harga juga barang dan jasa juga bisa dipengaruhi oleh kurs mata uang negara tersebut, sehingga nantinya akan pengaruhi daya beli konsumen.

Simplenya harga barang dan jasa turun biasanya akan menaikkan daya beli dan sebaliknya jika harga barang dan jasa naik biasanya akan menurunkan daya beli konsumen.
Di kesempatan ini saya akan share bagaimana prediksi perkiraan hasil rilis CPI atau inflasi dengan 
menggunakan pergerakan kurs.

Cara Memprediksi Data CPI atau Inflasi sebeenarnya kita akan  menganalisa data pergerakan sejak terakhir rilis CPI sampai hari rilis. Misal hari ini rilis CPI Amerika, tanggal 14 September 2017, rilis sebelumnya 11 Agustus 2017. Berarti kita harus cek kurs USD sejak tanggal 11 Agustus sampai 13 Agustus 2017.
Terlihat di chart Index USD lebih ke arah melemah sejak 11 Agustus..Asumsi saya adalah dengan melemahnya USD ini akan membuat barang dan jasa Amerika akan turun, turunnya harga barang dan jasa ini tentunya akan menaikkan jumlah permintaan dari konsumen.





Dan hasil rilis hari ini CPI atau inflasi Amerika dirilis naik...Dengan bisa prediksi hasil rilis sebelum rilis kita bisa manfaatkan trading open posisi 1 menit sebelum rilis jadi kita bisa dapatkan pergerakan harga yang besar dan tidak akan ketinggalan moment.

Credit by LabForex
Baca selengkapnya

Bisnis Trading Forex Modal Kecil Bisa




Pada kesempatan kali saya akan membahasan Bisnis Trading Forex Modal Kecil Bisa, why kok membahas ini? selain banyak pertanyaan dari temen temen yang ingin terjun di dunia forex tapi terbatas modal dan menjawab sterotip orang-orang di luar sana yang menganggap bahwa Bisnis Trading Forex harus membutuhkan modal besar, itu semua omong kosong.....


ini lanjutan dari tulisan sebelumnya Tips Jitu Cara Memulai Trading Forex Untuk Pemula. 
Berapakah modal yang diperlukan untuk mulai trading forex?
a. $10.000
b. $1.000
c. $100
iya semua nominal di atas bisa digunakan, tapi untuk seorang pemula saya tidak menyarankan untuk menggunakan nominal di atas, kenapa? karena sayangi modal anda karena lebih baik investasi pada pengetahuan dulu dari pada buru buru trading tapi tidak punya ilmunya.....
So... peridalami teknik teknik forex yang cocok dengan anda yang banyak di temui di forum-forum atau grub-grub forex. Teknik yang saya pakai sih teknik supplay demmand, kalau temen-temen belum paham supplay demand bisa pakai indikator Indikator Supplay and Demand (SnD).

Jadi pakai modal $5 atau $ 10 untuk belajar, kalau pun loss tidak membebani kebutuhan sehari hari
emang bisa modal segitu om? Bisa... sekarang sudah banyak broker yang menyediakan modal kecil dan akun mikro, seperti broker XM, FBS, Tickmill kalau mau daftar bisa ke sini
Baca selengkapnya

2 April 2017

Tips Jitu Cara Memulai Trading Forex Untuk Pemula

Forex sebuah kata yangsudah tidak asing lagi didengar pada saat ini, telah banyak kisah sukses dan tragis para trader forex yang sudah beredar. Bagi seorang pemula yang ingin menggeluti dunia forex simak Tips Jitu Cara Memulai Trading Forex Untuk Pemula di bawah ini:

1. Pilihlah broker yang memiliki fasilitas depo via bank lokal, serta tim support yang cepat menanggapi setiap pertanyaan yang anda ajukan. caranya, coba kunjungi web broker dan lakukan chat dengan supportnya.

Rekomendasi Broker bisa anda lihat DISINI >> dan juga dapatkan Rebate 80% Otomatis
 
2. Setelah mendaftar di broker pilihan anda, lakukan verfikasi dan kemudian buka 3 jenis akun sekaligus yaitu: Akun Demo, Akun Cent, dan Akun Standard.
  
3. Berlatihlah di akun demo dengan menggunakan Balance maksimal $1000 Selama 1 bulan dengan target profit 10% / minggu. Jika dalam akun demo anda sudah bisa profit secara akumulasi 20% - 40 % selama 1 bulan, maka anda boleh pindah ketahap berikutnya.
  
4. Setelah anda sampai pada tahap ini, lakukan deposit ke akun Real standard maksimal $100. Setelah itu transfer $10 ($1000 cent) ke akun cent dan Lakukan trading menggunakan Trading system yang telah anda miliki dan kuasai di akun tersebut. Jika Anda lose dan MC, maka transfer lagi $10 dari akun standard. Lakukan trading lagi dan jika anda berhasil profit sebesar $10 (sebesar nilai modal yg MC), maka kembalikan modal tersebut ke akun standard lagi lewat internal transfer, sisanya anda tradingkan lagi sampai anda bisa profit konsisten 3 kali berturut-turut. Jika anda mampu melakukannya maka sudah saatnya anda pindah ke level berikutnya yaitu trading di akun standard dengan modal yang lebih besar. Akan tetapi bila yang terjadi adalah sebaliknya yaitu anda tekena MC 3 kali berturut - turut maka anda harus kembali ke akun Demo.

5. Pada level ini anda sudah mulai masuk ke Bisnis Forex yang sesungguhnya untuk menghasilkan Dollar dari Trading forex. Anda sudah boleh trading di akun standard akan tetapi tetap jaga physikology trading anda, yaitu Sebaiknya gunakan Dana yang nganggur untuk trading atau dana yang tidak mempengaruhi kondisi keuangan anda sehari-hari. Maksimal deposit adalah $500 - $1000, ini hanya berlaku buat yang masih pemula. Setelah Teknik trading anda semakin matang dan teruji maka anda bebas deposit berapa saja yang anda inginkan. 


Yang belum punya akun di broker forex silahkan daftar di Sini dapatkan Keuntungan Rebate 80%


Akhirnya Cukup sekian pembahasan seputar trading forex tentang Tips Jitu Cara Memulai Trading Forex Untuk Pemula. Wassalam,.. dan semoga bermanfaat.

Baca selengkapnya

18 Februari 2017

Indikator Supplay and Demand (SnD)


Buat para trader yang sedang belajar materi trading forex supplay and demand atau yang sedang mencari sistem trading atau indikator untuk trading forex bisa mencoba indikator supplay and demand ini.
Indikator Supplay and Demand membantu menandai atau marking zona-zona Supplay and Demand.
Berdasarkan pengalaman selama mngunakan Indikator Supplay and Demand ini, cukup akurat dalam menentukan area Supplay and Demand.

Yang tertarik silahkan download melalui link dibawah
Indikator Supplay and Demand

kalau ada link mati atau ada file yang gak bisa di download
comment aja atau bisa kabari via wa 085811810229
Baca selengkapnya

11 Februari 2017

Indikator Momentum Part 1

  1. Pengenalan

    Momentum indikator adalah indikator yang mengukur kecepatan dari sebuah harga. Adapun indikator yang masuk dalam kategori momentum, antara lain Relative Strength Indicator (RSI), Commodity Channel Index (CCI), Stochastic, William %R, dan masih banyak lagi. Walaupun indikator-indikator tersebut menggunakan pendekatan dan formula yang berbeda untuk menghasilkan analisanya, namun pada prinsipnya semua memiliki kesamaan, yaitu untuk mengukur kecepatan dari sebuah harga.
    Dalam hal ini, harga dapat kita umpamakan seperti sebuah mobil. Ketika harga sedang melaju dalam sebuah trend, maka bisa diumpamakan seperti sebuah mobil yang sedang melaju di jalanan. Ketika mobil akan berbalik arah, maka mobil akan memperlambat lajunya untuk kemudian pelan-pelan memutar arah. Demikian juga dengan harga, ketika harga akan mengalami reversal, maka harga itu akan melambat terlebih dahulu, untuk kemudian berubah arah dari downtrend menjadi uptrend ataupun sebaliknya. Hal inilah yang dilakukan oleh indikator momentum, yaitu menunjukkan seberapa cepat atau seberapa lambat harga itu melaju. Sehingga diharapkan dengan mengacu kepada momentum indikator, trader dapat memperkirakan, kapan harga akan berbalik arah.
    Momentum indikator lebih dikenal luas dengan istilah oscillator. Penulis akan menggunakan istilah ini untuk membiasakan pembaca dengan istilah yang lebih dikenal secara luas. Perlu diingat bahwa prinsip dasar dari oscillator adalah bahwa sinyal buy dan sell yang dihasilkan oleh oscillator masih tetap memerlukan konfirmasi dari harga itu sendiri. Boleh-boleh saja trader menggunakan oscillator sebagai sinyal awal untuk analisa buy dan sell, tapi tetap trigger yang paling utama untuk buy dan sell adalah aksi dari harga tersebut (price action). Oscillator hanya memberikan sinyal, tentang adanya potensi pembalikan arah (reversal) dari harga. Tidak serta merta ketika oscillator memberikan sinyal pembalikan arah, maka harga akan berbalik arah juga, bisa saja harga berbalik arah beberapa candle setelahnya atau malah harga tidak jadi berbalik arah.
    Pada dasarnya, ada beberapa cara membaca atau menginterpretasikan sinyal dari oscillator, beberapa diantaranya yang paling sering digunakan adalah
    1. Overbought (OB) dan Oversold (OS)
    2. Equlibrium dan Zero Line cross
    3. Analisa Divergence
    Karena secara prinsip semua oscillator memiliki kesamaan, maka penulis mencoba membahas terlebih dahulu ketiga cara interpretasi di atas, sebelum masuk ke detail masing-masing oscillator yang akan dibahas. Pada tulisan kali ini, penulis akan fokus untuk membahas interpretasi oscillator dari indikator yang lebih sering dipakai oleh trader, yaitu Stochastic, RSI, dan CCI.
  2. Interpretasi Oscillator

    a. Overbought (OB) dan Oversold (OS)
    Semua oscillator memiliki kesamaan karakteristik, yaitu selalu bergerak dari satu ekstrim ke ekstrim yang lainnya, area ekstrim ini disebut dengan overbought dan oversold area. Overbought berada di atas equilibrium line dan oversold berada di bawah equilibrium line, seperti terlihat pada gambar 2.1  di bawah ini.
    Oversold (OS) adalah kondisi jenuh jual, yang bisa menandakan 2 kemungkinan, yaitu downtrend yang kuat atau adanya potensi untuk reversal ke arah bullish. Ketika oscillator memasuki area OS, tidak berarti serta merta harga akan reversal ke bullish, bisa saja untuk suatu periode, harga akan terus turun sementara oscillator tetap berada di area OS. Hal ini menandakan downtrend yang kuat (strong downtrend). Sebaliknya, tidak jarang juga ketika oscillator memasuki area OS, harga langsung mengalami bullish reversal, memantul kembali ke arah atas.
  • Overbought (OB) adalah kondisi jenuh beli, yang bisa menandakan 2 kemungkinan, yaitu uptrend yang kuat atau adanya potensi untuk reversal ke arah bearish. Ketika oscillator memasuki area OB, tidak berarti serta merta harga akan reversal ke bearish, bisa saja untuk suatu periode, harga akan terus naik sementara oscillator tetap berada di area OB. Hal ini menandakan uptrend yang kuat (strong uptrend). Sebaliknya, tidak jarang juga ketika oscillator memasuki area OB, harga langsung mengalami bearish reversal, memantul kembali ke arah bawah.
Baca selengkapnya